Senin, 13 Desember 2010

obat itu bernama syukur,sabar dan shalat malam

Qumillail ya habibati...
Wake up honey...
Bangun sayang...
Udah jam tiga nih...
Ditungguin tuh ama Allah dari tadi,
Mau setoran engga ?


Kalimat singkat itu adalah SMS yang dikirimkan Ahmad kepada istri
tercintanya hampir setiap dini hari menjelang terbit fajar ketika ia
bertugas diluar kota. Ada penyesalan yang mendalam bila kehidupan malam
terlewatkan oleh mereka begitu saja tanpa curhat, berkeluh-kesah,
bermunajat, mengharap dan memohon kepada Sang Penguasa jagat, Sang Pemberi
maaf dan Penerima taubat, kepada Sang Pengasih dan Penyayang. Serasa nikmat
bila sedang terjaga dimalam hari tatkala banyak orang tidur dengan lelapnya.
Kenikmatan itu mungkin takkan mereka rasakan bila Allah tidak menguji
terlebih dahulu dan kemudian Dia selalu menyayangi dan membimbing mereka
kejalan-Nya.

Tepat tiga tahun Ahmad menikah dengan istri tercinta. Khairani, yang
'dipacari' hanya dalam tempo dua mingguan yang kemudian dilamar, selang
kurang lebih dua bulan tepatnya Sabtu 28 Desember 2002, mereka menikah.
Sungguh masa ta'aruf (perkenalan) yang begitu singkat menurut ukuran remaja
sekarang. Entah mengapa Ahmad merasa dialah istri yang Allah kirimkan
kepadanya, hingga saat perjumpaan pertama sudah ada rasa penasaran dan
keyakinan yang mendalam dalam hatinya. Ia sosok yang berbeda, seorang wanita
yang sholehah, tegar, dewasa, percaya diri, cerdas, manis, ceria dan 'kekeh'
dalam pendirian, tempat curhat teman-temannya, sosok problem solver, sorot
matanya yang syahdu menjadikan Ahmad salah tingkah dibuatnya dan yang unik
mereka mempunya kesamaan hobbi yaitu selalu membawa Al-Qur'an kecil dalam tas mereka dan sama-sama menyukai musik kitaro. Ia sosok wanita yang dijumpainya lewat
mimpi-mimpi pasca istikhoroh. Hampir 90% kriteria yang Ahmad harapkan dalam
munajatnya ada pada dirinya.

Ternyata Allah menguji kesabaran, kasih sayang dan kesetiaan Ahmad dan
istrinya secara bertubi-tubi, disaat mereka sedang menikmati indahnya
'berpacaran' pasca nikah, Allah menyapa mereka melalui kesulitan ekonomi,
sakit maag, asam lambung tinggi dan sakit di kepala yang diderita istrinya.
Gadis blesteran Betawi-Sunda yang besar di kampung orang ini, jantung hati
Ahmad dan pendamping hidup yang selama beberapa tahun dikenalnya ini
seolah-olah berubah 180° menjadi orang lain dan asing, phsykisnya terganggu.
Dia menjadi nerves, mudah labil, sering mengeluh, kekhawatiran yang
berlebihan dan ketakutan yang tak beralasan, shalat tidak khusyu'. Menangis
adalah solusi yang tercepat yang diambilnya kagak ngurus dimanapun dan
kapanpun, pernah sampai beberapa malam tidak bisa tidur, entah pikiran apa
yang merasuk dibenak dan perasaannya , dia sendiri bingung untuk
mengutarakannya, hingga kurus sekali badannya. Allah menyapa Ahmad dan
isterinya dengan ujian agar mereka tetap
bersabar;

"Dan sesunguhnya kami akan menguji kalian, sehingga terbukti siapa diantara
kalian yang melakukan jihad sebenarnya
dan siapa yang sabar. Dan Kami akan menguji sepak terjang kalian." (QS.
Muhammad[47]; 31)

" Ujian yang tiada henti-hentinya menimpa kaum Mu'min pria dan wanita, yang
mengenai dirinya,
hartanya dan anaknya, tetapi ia tetap bersabar,
ia akan menemui Allah dlam keadaan tiada berdosa" (H.R. Turmudzi)

Subhanallah... Allah sangat sayang kepada Ahmad dan istrinya, mereka
dibimbing-Nya dan diberi petunjuk agar lebih memahami pesan-pesan-Nya, untuk
lebih bersabar dan bersyukur atas ujian tersebut, untuk lebih mendewasakan
diri, untuk lebih dekat dalam mengenal dan mencintai-Nya, untuk saling
mengenal dan memahami karakter kami yang sesungguhnya, untuk lebih bisa
mengambil hikmah dibalik setiap kejadian, untuk lebih gigih dalam bekerja
dan berusaha, untuk lebih banyak belajar tentang makna hidup dan kehidupan.
Ahmad merasa bersyukur, karena Allah Yang Maha Mengetahui apa yang
tersembunyi dan tergores di dalam hati hamba-hamba-Nya menyapanya dengan
ujian. Mari kita perhatikan hadits qudsyi yang diriwayatkan oleh imam
Thabrani dari Abu Umamah r.a berikut: Allah berfirman kepada Malaikat-Nya:
"Pergilah kepada hamba-Ku. Lalu timpakanlah bermacam-macam ujian kepadanya
karena Aku mau mendengar suaranya".

Al-hamdulillah hingga kini Ahmad terus memegang salah satu pesan penuh makna
dari KH Imam Badri, mantan Direktur KMI yang kini menjadi salah seorang
Pimpinan PM. Gontor, beliau berpesan: "in shobarta 'alal-asyaqqi qoliilan,
istamta'ta 'alal-aladzdzi thowiilan" , artinya : "Jika ananda bersabar
dengan kesulitan dan kesusahan yang sebentar, maka kamu akan menikmati
kelezatan yang panjang".

Di Semarang, Ahmad mendapat nasehat yang sangat berharga dari Eyang Ikhwan,
mertua temannya yang sudah dianggap seperti orangtuanya. Beliau berpesan: "
Bungah susah ayo podo dilakoni" yang bermakna: "Susah senang mari nikmati
dan jalani bersama".

David J. Mahoney, Pendiri Banyan System, Inc.(1983) Perusahaan yang bergerak
di bidang system operasi jaringan dalam bidang bisnis dan kini menguasai
hamper separuh pasar Amerika Serikat. Ia berkata: " Agar punya pengalaman,
anda harus terpentok dulu.. miliki pengalaman. Jika anda bisa bertahan
berarti anda diajarkan bagaimana bangkit kembali".

Dalam masa terapi istrinya , Ahmad betul-betul menikmati dan tak
henti-hentinya bersyukur atas bimbingan dan pertolongan-Nya, istrinya
langsung di bimbing dan dikonseling oleh Allah swt, Dialah Allah, Dzat yang
mempertemukan istrinya dengan Ust. Yusuf Mansur, seorang hafidz, penulis,
anak muda yang gigih, ulet, futurist, pantang menyerah, dan lebih dewasa
ketimbang umurnya, yang mengerti kejiwaan dan dijuluki orang dengan sebutan
'Ustadz spesialis sedekah'.

by;abu bakar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar